Busuk Umbi dan Moler pada Bawang Merah: Peran Trichoderma
Ringkasan cepat: Moler adalah penyakit bawang merah yang disebabkan jamur Fusarium. Daun menguning, melintir, dan tanaman mudah dicabut karena pangkal umbi busuk. Jamur ini terbawa bibit umbi dan bertahan di tanah, sehingga pencegahan dimulai dari bibit sehat, perlakuan bibit dengan Trichoderma, bedengan berdrainase baik, dan rotasi tanaman.
Di sentra bawang merah seperti Brebes dan Nganjuk, moler dikenal sebagai salah satu penyakit yang paling ditakuti, terutama saat hujan mulai turun. “Penyakit moler bawang merah” dan “busuk umbi” sering dicari bersama “obat moler”.
Gejala Moler
- Daun menguning dari ujung, lalu terpelintir atau melengkung (seperti “moler”).
- Tanaman layu dan mudah dicabut.
- Pangkal umbi dan akar membusuk, kadang ada jamur putih kemerahan.
- Umbi di gudang juga bisa busuk bila bibit sudah terinfeksi.
Kenapa Sering Terjadi?
- Bibit umbi terinfeksi dari pertanaman sebelumnya.
- Tanah yang sama ditanami bawang terus-menerus, sehingga jamur menumpuk.
- Air tergenang dan tanah terlalu lembap.
- Luka pada umbi saat tanam atau akibat hama.
- Nitrogen berlebih yang membuat jaringan lunak.

Peran Trichoderma
Trichoderma adalah jamur baik yang menduduki permukaan akar dan umbi lebih dulu, bersaing dan menekan Fusarium. Karena bekerja sebagai pencegahan, Trichoderma paling efektif bila diberikan sebelum dan saat tanam.
Cara aplikasi
- Perlakuan bibit: rendam atau lumuri umbi bibit dengan larutan Trichoderma sesuai label, keringanginkan, lalu tanam. Bentuk cair seperti Floraone praktis untuk ini.
- Di bedengan: perbanyak GMN Trichoderma di pupuk kandang selama sekitar seminggu, lalu campurkan ke bedengan saat olah tanah.
- Kocor ulang: siramkan larutan ke pangkal tanaman pada awal pertumbuhan, terutama bila cuaca lembap.
- Jangan dicampur fungisida kimia; beri jeda 5–7 hari.
Contoh Urutan Kerja Sebelum Tanam
- H-10: campur Trichoderma dengan pupuk kandang matang dan sedikit dedak, lembapkan, tutup.
- H-7: olah bedengan, buat parit, beri dolomit bila tanah masam.
- H-3: campurkan pupuk kandang ber-Trichoderma ke bedengan.
- H-1: sortir umbi bibit, buang yang lunak atau berjamur; potong ujung umbi bila biasa dilakukan.
- Hari tanam: celup atau lumuri bibit dengan larutan Trichoderma, keringanginkan sebentar, lalu tanam.
- 1–3 minggu setelah tanam: kocor ulang larutan Trichoderma bila cuaca lembap.
Langkah Pencegahan Lain
- Pilih umbi bibit yang keras, sehat, dan telah disimpan cukup lama (umbi bibit yang sudah melewati masa dormansi).
- Buat bedengan tinggi dan saluran air yang lancar.
- Kurangi nitrogen, perbanyak kalium agar jaringan lebih kuat.
- Cabut tanaman bergejala beserta tanah di sekitar umbi.
- Rotasi dengan tanaman lain seperti padi atau jagung.
Moler di Musim Hujan
Menanam bawang merah di musim hujan meningkatkan risiko moler dan busuk umbi. Bila tetap menanam, perketat drainase dan perlakuan Trichoderma. Strateginya kami bahas di artikel tentang bawang merah di musim hujan yang akan terbit, sedangkan jadwal pupuk ada di pupuk bawang merah umur 10–50 hari.
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- GMN Trichoderma (Fungisida Hayati) — pelindung akar dari layu fusarium & jamur tular tanah
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Obat moler bawang merah yang ampuh apa?
Tidak ada obat yang menyembuhkan tanaman yang sudah busuk. Pencegahan dengan bibit sehat, Trichoderma, drainase, dan rotasi adalah cara paling efektif.
Apakah umbi yang terkena moler bisa dijadikan bibit?
Tidak dianjurkan, karena akan menularkan penyakit ke pertanaman berikutnya.
Rujukan
- Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Kementerian Pertanian RI: pengendalian penyakit moler (Fusarium) pada bawang merah.
- Deskripsi produk GMN Trichoderma dan Floraone.
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan