Trichoderma untuk Persemaian Sayur: Bibit Sehat dan Bebas Rebah Semai
Ringkasan cepat: Rebah semai (damping off) adalah penyakit persemaian yang membuat pangkal batang bibit mengecil, membusuk, lalu roboh. Penyebabnya jamur tanah seperti Pythium, Rhizoctonia, dan Fusarium yang berkembang di media lembap berlebihan dan pengap. Pencegahan paling efektif adalah media bersih, penyiraman tidak berlebihan, sirkulasi udara, dan Trichoderma dicampur ke media semai.
“Penyakit rebah semai” dan “bibit cabe mati mendadak” sering dicari saat musim hujan mulai. Persemaian yang gagal berarti waktu tanam mundur dan biaya benih terbuang, padahal benih sayuran hibrida harganya tidak murah.
Gejala Rebah Semai
| Waktu | Gejala |
|---|---|
| Sebelum muncul | Benih busuk di media, tidak tumbuh |
| Setelah muncul | Pangkal batang basah, mengecil seperti terjepit, bibit roboh |
| Bibit agak besar | Pangkal batang cokelat, akar busuk, bibit layu |
Serangan biasanya dimulai dari satu titik lalu menyebar melingkar di tray atau bedeng semai.
Pemicu
- Media terlalu basah dan drainase buruk.
- Media dari tanah bekas tanaman sakit atau pupuk kandang yang belum matang.
- Semai terlalu rapat sehingga pengap.
- Naungan terlalu gelap dan udara tidak mengalir.
- Menyiram sore atau malam hari sehingga media lembap semalaman.

Mengapa Trichoderma?
Trichoderma adalah jamur baik yang menguasai lingkungan akar lebih dulu, bersaing dengan jamur penyebab rebah semai, dan merangsang perakaran bibit. Karena bekerja sebagai pelindung, Trichoderma harus diberikan sebelum penyakit muncul, yaitu saat menyiapkan media. Penjelasan lengkap cara kerjanya ada di panduan fungisida hayati Trichoderma.
Cara Memakai Trichoderma di Persemaian
- Siapkan media: campuran tanah atau kompos matang dengan sekam bakar atau cocopeat.
- Campurkan Trichoderma ke media sesuai takaran label, aduk rata.
- Lembapkan media dan tutup dengan karung atau plastik, diamkan beberapa hari di tempat teduh.
- Isi tray dan semai benih.
- Siram secukupnya pada pagi hari.
- Saat pindah tanam, kocor Trichoderma di lubang tanam untuk melanjutkan perlindungan.
Tanaman yang Paling Rentan
| Tanaman | Catatan |
|---|---|
| Cabai, tomat, terong | Masa semai sekitar 3–5 minggu, rawan saat musim hujan |
| Kubis, brokoli, sawi | Semai rapat di bedeng rawan rebah |
| Melon, semangka, timun | Batang lunak, sangat peka media basah |
| Bawang merah dari biji (TSS) | Persemaian lama, butuh media bersih |
Persemaian bawang merah dari biji dibahas di artikel bawang merah dari biji, dan pencegahan layu fusarium sejak semai di artikel layu fusarium pada tomat.
Bila Rebah Semai Sudah Terjadi
- Buang bibit yang roboh beserta media di sekitarnya.
- Kurangi penyiraman dan buka naungan agar media lebih kering.
- Jangan memakai ulang media dari tray yang terserang tanpa diolah.
- Semai ulang dengan media baru yang sudah dicampur Trichoderma.
Produk Grha Indonesia Organik yang relevan
- GMN Trichoderma (Fungisida Hayati) — pelindung akar dari layu fusarium & jamur tular tanah
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah Trichoderma bisa dicampur dengan pupuk di media semai?
Bisa dicampur dengan kompos atau pupuk kandang matang. Hindari mencampur dengan pupuk kimia pekat atau fungisida kimia.
Berapa lama media harus didiamkan setelah dicampur Trichoderma?
Umumnya beberapa hari dalam kondisi lembap dan teduh agar jamur berkembang, sesuai petunjuk label.
Rujukan
- Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Kementerian Pertanian RI: teknologi persemaian sayuran sehat.
Disusun oleh Tim Konten Grha Indonesia Organik, Kebumen — distributor pupuk organik dan hayati. Isi artikel ini panduan umum; kondisi tanah, iklim, dan varietas tiap daerah berbeda, jadi sesuaikan dengan pengamatan di lahan Anda dan ikuti takaran pada label kemasan.

Tinggalkan Balasan